<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>All About My Friends</title>
	<link>http://onde.blogsome.com</link>
	<description></description>
	<pubDate>Thu, 15 Jun 2006 09:22:10 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>Becak</title>
		<link>http://onde.blogsome.com/2006/06/15/14/</link>
		<comments>http://onde.blogsome.com/2006/06/15/14/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jun 2006 08:53:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onde</dc:creator>
		
	<category>Gumaman-ku</category>
		<guid>http://onde.blogsome.com/2006/06/15/14/</guid>
		<description><![CDATA[	Kok becak seh?!?
Emang kenapa dengan becak?  ) ya..gapapa sih. cuma rasanya tiba2 kangen dengan yang namanya becak neh. kangen duduk didalamnya. kangen ngrasain hujan2 naik becak. kangen dengan penampilan khasnya abang-abang becak. kangan dengan suara belnya. kangen dengan &#8230;.. pokoknya mah segalanya yg berkaitan dengan becak.
Huh udik!!!! becak aja dikangenin. eeeehhhh&#8230; suer!!!
Tau ga kenapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Kok becak seh?!?<br />
Emang kenapa dengan becak? <img src='http://onde.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ) ya..gapapa sih. cuma rasanya tiba2 kangen dengan yang namanya becak neh. kangen duduk didalamnya. kangen ngrasain hujan2 naik becak. kangen dengan penampilan khasnya abang-abang becak. kangan dengan suara belnya. kangen dengan &#8230;.. pokoknya mah segalanya yg berkaitan dengan becak.<br />
Huh udik!!!! becak aja dikangenin. eeeehhhh&#8230; suer!!!<br />
Tau ga kenapa jd kangen? karena disamarinda tuh ga ada becak tau!!! ga ada orang yg mau jadi tukang becak disini. karena kontur tanah Samarinda tuh ga rata. malah kasian tukang becaknya nanti kalo harus ndorong para penumpangnya naik turun ngelewati jalanan yang naik turun ga rata.<br />
Saking lamanya ga liat becak blas blas sama sekali, saya merasa sangat aneh ketika menaikinya lagi ketika pulang ke Surabaya bulan Januari kemaren. rasanya asing, seperti baru pertama kalinya punya pengalaman naik becak. hi hi hi &#8230;. kali ini bener-bener udik. Apalagi saat duduk didalamnya, ada sensasi rasa tersendiri. Lebih seperti perasaan bernostalgia pada hal-hal di masa lalu. ya maklumlah&#8230;. sudah lebih dari 2 tahun tidak ke Jawa, yang artinya 2 tahun juga ga melihat becak.<br />
Hehehehe&#8230;&#8230;sekarang&#8230;hari ini&#8230;siang ini&#8230; ketika merasakan panasnya kota Samarinda sembari naik motor, saya merindukan duduk manis didalam becak. biar saja tukang becaknya yang kepanasan&#8230;saya tinggal membayar berapapun upah yang dimintanya.<br />
jadi teringat lagu pas TK&#8230;<br />
Saya mau tamasya berkeliling-keliling kota<br />
Sambil melihat-lihat keramaian yang ada<br />
Saya panggilkan becak<br />
Kereta tak berkuda<br />
Becak&#8230;becak&#8230; tolong bawa saya<br />
Saya duduk sendiri sambil mengangkat kaki<br />
Melihat dengan asyik kekanan dan kekiri<br />
Lihat becakku lari&#8230;bagaikan tak berhenti<br />
Becak&#8230;becak&#8230;jalan hati-hati<br />
:-)) </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onde.blogsome.com/2006/06/15/14/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta</title>
		<link>http://onde.blogsome.com/2006/06/08/cinta/</link>
		<comments>http://onde.blogsome.com/2006/06/08/cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jun 2006 08:10:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onde</dc:creator>
		
	<category>Gumaman-ku</category>
		<guid>http://onde.blogsome.com/2006/06/08/cinta/</guid>
		<description><![CDATA[	Love is the essence of life (Cinta adalah inti sari kehidupan)&#8230;
Cinta 4JJI yang membuat bumi ada&#8230;
Cinta 4JJI yang membuat sang surya bersinar&#8230;
Cinta antar manusia yang membuat hidup tenteram dan nyaman&#8230;
Ketika kita mencintai, tidak ada kata pamrih disana&#8230;
Yang ada hanya memberi tanpa mengharap menerima&#8230;
	Mirip seperti itulah hakikat menjadi da&#8217;i &#8230;
Dia harus siap mengorbankan hidup dan matinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Love is the essence of life (Cinta adalah inti sari kehidupan)&#8230;<br />
Cinta 4JJI yang membuat bumi ada&#8230;<br />
Cinta 4JJI yang membuat sang surya bersinar&#8230;<br />
Cinta antar manusia yang membuat hidup tenteram dan nyaman&#8230;<br />
Ketika kita mencintai, tidak ada kata pamrih disana&#8230;<br />
Yang ada hanya memberi tanpa mengharap menerima&#8230;</p>
	<p>Mirip seperti itulah hakikat menjadi da&#8217;i &#8230;<br />
Dia harus siap mengorbankan hidup dan matinya demi da&#8217;wah&#8230;<br />
Dia selalu memberi untuk Islam,tanpa mengharapkan menerima untuk setiap kerja da&#8217;wahnya&#8230;<br />
Itulah ikhlash&#8230;<br />
Siap menjadi jundi dan pada saat yang sama siap menjadi qiyadah&#8230;<br />
Siap mengeluarkan uang untuk da&#8217;wah&#8230;<br />
Siap mengeluarkan tenaga untuk da&#8217;wah&#8230;<br />
______________________________________________________</p>
	<p>&#8220;Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan.. “<br />
Amiin&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onde.blogsome.com/2006/06/08/cinta/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Ukhuwah</title>
		<link>http://onde.blogsome.com/2006/06/08/ukhuwah-2/</link>
		<comments>http://onde.blogsome.com/2006/06/08/ukhuwah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jun 2006 08:08:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onde</dc:creator>
		
	<category>Gumaman-ku</category>
		<guid>http://onde.blogsome.com/2006/06/08/ukhuwah-2/</guid>
		<description><![CDATA[	Ukhuwah itu bukan terletak pada pertemuan
Bukan pada manisnya ucapan dibibir
Tapi terletak pada ingatan seseorang
terhadap saudaranya didalam doa-doanya
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Ukhuwah itu bukan terletak pada pertemuan<br />
Bukan pada manisnya ucapan dibibir<br />
Tapi terletak pada ingatan seseorang<br />
terhadap saudaranya didalam doa-doanya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onde.blogsome.com/2006/06/08/ukhuwah-2/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Key of Happiness</title>
		<link>http://onde.blogsome.com/2006/06/08/key-of-happiness/</link>
		<comments>http://onde.blogsome.com/2006/06/08/key-of-happiness/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jun 2006 08:08:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onde</dc:creator>
		
	<category>Sms-sms  Sahabat</category>
		<guid>http://onde.blogsome.com/2006/06/08/key-of-happiness/</guid>
		<description><![CDATA[	Having you as my friends means…..
I have the key to joy and happiness
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Having you as my friends means…..<br />
I have the key to joy and happiness</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onde.blogsome.com/2006/06/08/key-of-happiness/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Pohon</title>
		<link>http://onde.blogsome.com/2006/06/08/pohon/</link>
		<comments>http://onde.blogsome.com/2006/06/08/pohon/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jun 2006 08:07:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onde</dc:creator>
		
	<category>Sms-sms  Sahabat</category>
		<guid>http://onde.blogsome.com/2006/06/08/pohon/</guid>
		<description><![CDATA[	Satu pohon bisa menjadi HUTAN
Satu senyum bisa jadi PERSAHABATAN
Satu sentuhan bisa jadi PERHATIAN
dan….
Satu Saudara seperti kalian-kalian
Bisa menjadi seribu CINTA di hati …..
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Satu pohon bisa menjadi HUTAN<br />
Satu senyum bisa jadi PERSAHABATAN<br />
Satu sentuhan bisa jadi PERHATIAN<br />
dan….<br />
Satu Saudara seperti kalian-kalian<br />
Bisa menjadi seribu CINTA di hati …..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onde.blogsome.com/2006/06/08/pohon/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Ruang Kecil</title>
		<link>http://onde.blogsome.com/2006/06/08/ruang-kecil/</link>
		<comments>http://onde.blogsome.com/2006/06/08/ruang-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jun 2006 08:05:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onde</dc:creator>
		
	<category>Sms-sms  Sahabat</category>
		<guid>http://onde.blogsome.com/2006/06/08/ruang-kecil/</guid>
		<description><![CDATA[	Seorang mukmin seharusnya mempunyai sebuah ruang kecil dalam hatinya
Ruang yang selalu bening dimana rasio tak terkaburkan oleh perasaan
Ruang yang selalu jernih dimana emosi tak mendapat tempat untuk berekspresi
Ruang yang selalu bersih dimana akal sehat tak terpolusi oleh ego
Sebenarnya hati kita menyuguhkan kelapangan dan kesempitan
Kemudahan dan kesulitan ……. Senyuman dan kedongkolan
Tinggal kita memilihnya kini ….
Jangan buat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Seorang mukmin seharusnya mempunyai sebuah ruang kecil dalam hatinya<br />
Ruang yang selalu bening dimana rasio tak terkaburkan oleh perasaan<br />
Ruang yang selalu jernih dimana emosi tak mendapat tempat untuk berekspresi<br />
Ruang yang selalu bersih dimana akal sehat tak terpolusi oleh ego<br />
Sebenarnya hati kita menyuguhkan kelapangan dan kesempitan<br />
Kemudahan dan kesulitan ……. Senyuman dan kedongkolan<br />
Tinggal kita memilihnya kini ….<br />
Jangan buat hari-hari kita menyesakkan dengan perasaan<br />
Senyumlah ….<br />
Dan coba temukan sisi lain dari perjalanan-perjalanan hidup<br />
yang menurut kita men’jengkel’kan<br />
(Taujih dari seorang teman ketika hati terasa sempit)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onde.blogsome.com/2006/06/08/ruang-kecil/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Mbak-mbak ku disini</title>
		<link>http://onde.blogsome.com/2006/06/08/belajar-dari-mbak-mbak-ku-disini/</link>
		<comments>http://onde.blogsome.com/2006/06/08/belajar-dari-mbak-mbak-ku-disini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jun 2006 03:55:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onde</dc:creator>
		
	<category>Cerita Sahabat</category>
		<guid>http://onde.blogsome.com/2006/06/08/belajar-dari-mbak-mbak-ku-disini/</guid>
		<description><![CDATA[	Aku tidak perlu pura-pura bahwa aku memang mengagumi mereka. Mbak-Mbakku tercinta itu. Hanya dengan melihatnya saja..aku sudah belajar akan banyak hal.
Dikota penempatanku ini&#8230; Allah telah mempertemukanku dengan mereka dalam aktivitas sebuah yayasan muslimah khususnya dan di dalam aktivitas PKSe umumnya.
Para Mbak-mbak ku itu. Tempat aku berkaca akan sebuah kedewasaan 
	Kebanyakan dari mereka adalah Pegawai. Ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Aku tidak perlu pura-pura bahwa aku memang mengagumi mereka. Mbak-Mbakku tercinta itu. Hanya dengan melihatnya saja..aku sudah belajar akan banyak hal.<br />
Dikota penempatanku ini&#8230; Allah telah mempertemukanku dengan mereka dalam aktivitas sebuah yayasan muslimah khususnya dan di dalam aktivitas PKSe umumnya.<br />
Para Mbak-mbak ku itu. Tempat aku berkaca akan sebuah kedewasaan </p>
	<p>Kebanyakan dari mereka adalah Pegawai. Ada yang PNS, guru, perawat, pegawai PEMDA, dsb. Dan waktu itu..banyak dari mereka yang belum menikah. Usia mereka semua hampir menjelang tiga puluh tahun, bahkan ada yg lebih dari itu. Ada yg 29, 31, 33 dan 36 tahun. Jelas di yayasan tsb aku paling muda, seperti adik kecil yang manis dihadapan mereka. Kadang aku menyukai suasana spt itu (maklum aku anak sulung yang lama tidak mendapatkan curahan kasih sayang). Terkadang aku bisa bermanja dihadapan mereka, walopun masih kesulitan untuk curhat </p>
	<p>Seminggu yang lalu&#8230;kebahagiaanku membuncah. Pasalnya..salah seorang diantara mbakku itu akan menggenapkan setengah diennya awal bulan Mei ini. Ketika Mbakku itu menceritakan kepadaku dan memintaku untuk menjadi salah satu panitia walimahnya, reaksiku setelah sujud syukur…..aku persis seperti anak kecil yang dikasih hadiah. Aku sampai teriak dan meloncat-loncat sendirian. Apalagi ketika besoknya si Mbak menemuiku di kantorku untuk membagi kebahagiaannya, beberapa kali aku memeluknya dengan gemas. Hehehe&#8230; kalau ingat &#8230;konyol sekali <a id="more-3"></a></p>
	<p>Aku turut begitu bahagia dg berita itu…..karena beliau lah yang paling sering mengisi bait-bait do’a robithohku. Sedangkan untuk Mbak-mbak ku yang lainnya, semoga Allah senantiasa menguatkan kesabaran mereka dan mempermudah urusan mereka. Bukan karena kasihan aku selalu mendoakannya. Tetapi karena aku mencintai mereka. Itu saja !!! Sebenarnya..aku tidak hanya melihat mereka saja (saudariku yang sudah berusia di atas tiga puluh tahun yang belum menikah). Ada banyak. Tetapi..mungkin karena kami berada dalam satu yayasan….sering bertemu&#8230;.jadi aku lebih banyak menaruh hati kepada mereka. Ada sebuah kedekatan emosional. </p>
	<p>Merekalah tempatku belajar akan sebuah kesabaran, sebuah kedewasaan, sebuah kesyukuran dan kepasrahan. Di saat dada ini mulai sesak akan dorongan fitrah untuk segera menikah dari keluarga, teman2 maupun orang2 sekitarku…….aku sering berlari ke arah mereka. Bukan untuk curhat….tp sekedar untuk bertemu dg mereka. </p>
	<p>Melihat mereka saja sudah mampu menguatkanku. Dengan hanya melihat wajah-wajah mereka sudah mampu membuatku malu untuk mengeluh tentang kapan kah jodohku datang?<br />
Mereka tetap istiqomah di jalan dakwah walaupun belum ada yang menguatkannya.<br />
Mereka tetap bersemangat menunaikan amanah dakwah..walaupun kadang patner mereka hampir semua ‘anak-anak kecil’. Sepertinya tidak ada alasan bagi mereka untuk menarik diri dari kegiatan dakwah/jamaah. Walaupun terkadang kutanggap kilatan lelah di mata mereka menyaksikan para ummahat muda yang begitu ekspresif pamer kebahagiaan (seringnya tanpa mereka sadari) .Ketika bertemu mereka….hampir tidak pernah aku mendapati mereka berkeluh kesah tentang kesendirianya. Eh…pernah ding (kami mengobrolkannya sambil bergadang membuat semua perlengkapan untuk acara besar di yayasan)….tapi keluhan2 itupun jarang sekali mereka tunjukkan </p>
	<p>Itu yang kemudian memang banyak membentuk sikapku yang cukup nyantai dengan yang namanya jodoh. Bukan berarti tidak berikhtiar. Tapi selebihnya tsiqoh ke Allah aja lah.<br />
Aku meyakini bahwa jodoh, mati, rizki adalah hak prerogratif Allah. Untuk jodoh dan rizki..memang kita diwajibkan untuk ikhtiar tetapi ketika semua itu tidak sesuai harapan kita, jangan pernah putus asa, karena memang ada tangan yang jauh lebih berkuasa atas semua itu. Banyaklah berdoa karena hanya doa lah yang bisa merubah takdir kita. </p>
	<p>Keyakinan itu semakin menguat…..ketika Allah mentakdirkanku menyaksikan pernik-pernik tentang jodoh disekitar hidupku. Atau sebenarnya orang lain juga melihatnya ya ? Tetapi aku saja kali ya…..yang apa-apa aku pikirin. Kukorek-korek hikmahnya dan berbicara pada diri sendiri sebagai pembelajaran.<br />
Banyak sekali kepingan peristiwa yang akhirnya membawaku pada keyakinan bahwa jodoh itu telah ditetapkan. Kita perlu membangun ketsiqohan kita kepada Allah lebih dalam lagi di hati kita. Memang..bagi yang ditakdirkan oleh Allah menikah di usia yang relatif msh muda (seringnya seh orang awam, tp ternyata ada juga ikhwah yg masih mempertanyakan ttg itu), sering sinis menyikapi apapun sikap yang diambil oleh mereka yang berusia matang/cukup namun masih melajang. </p>
	<p>Tenang&#8230;bersikap ridho, dikira kurang usaha (padahal kan belum tentu).<br />
Mengeluh pun akan menimbulkan apresiasi lain lagi. Serba salah….. Aku pernah mendengar ungkapan sinis, “Makanya jangan terlalu mandiri, jangan galak-galak bla..bla&#8230;.” Pokoknya serba memojokkan. Ada juga yang melihat kelajangan saudari kita sebagai azab (musibah) yang menimpa karena kesalahan-kesalahan masa lalunya. Karena dulu menolak seseorang..atau karena kesalahan yang lainnya. </p>
	<p>Yup, bisa jadi ! Rosullullah sendiri pernah memperingatkan kepada kita..” Jangan menolak pinangan orang sholih.karena dikhawatirkan akan timbul fitnah setelahnya”. Atau juga pesan Rosullullah tentang “Bisa jadi musibah itu datang karena kesalahan kita sendiri’”.<br />
Memang benar ! Ada yang seperti itu. </p>
	<p>Tetapi ada juga yang memang apa yang menimpanya itu murni ujian untuk meningkatkan imannya. Hanya Allah yang tahu apa sesungguhnya yang terjadi. Sebagai manusia kita tidak punya hak untuk memvonis saudara kita yang belum didatangkan jodohnya. Janganlah kalian menanyakan “kenapa belum menikah?” kepada mereka…karena sesungguhnya terkadang itu menjadi pertanyaan yang menyakitkan buat mereka. Sungguh !!!! bukan karena ketidakinginan menikah ato tidak berusaha mencari jodoh. Sebaiknya kita ber-husnudzhon saja tentang itu semua. Semua itu berpulang kembali kepada Allah SWT…yang berkuasa terhadap datangnya jodoh itu. </p>
	<p>Afwan… ini berkaitan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh teman2 (baik yg awam maupun yang ikhwan) kepada saya tentang apa alasan saya sehingga belum menikah? Padahal usia sudah cukup dan maisyah pun sudah tercukupi? Subhanallahu…Maha Suci Allah yang Maha Tahu atas Segala sesuatunya </p>
	<p>Kita tidak tahu posisi kita dimana. Adalah bijak kalau kemudian kita perbanyak istigfar, mohon ampunanNya..sehingga kalaupun apa yang menimpa kita akibat kesalahan kita..semoga Allah menjadikan kafarat dosa kita yang akan meringankan beban kita di akhirat kelak.<br />
Dan semoga apa yang menimpa kita Allah jadikan sebagai penggugur dosa kita. Dan sebagai wasilah menaikkan iman kita. Amien. Miris rasanya kalau menyaksikan..ujian yang Allah berikan kepada kita menjadikan kita semakin jah dariNya. Berputus asa atas rahmatNya. Malah mendekati laranganNya. Ikhtiar dengan sesuatu yang dimurkaiNya. </p>
	<p>Mengikhtiari jodoh dengan berpacaran. Aneh rasanya..kalau di jaman sekarang masih ada saja yang tidak paham kalau pacaran tidak ada dalam kamus Islam. Atau jatuh ke dalam dunia klenik, mendatangi dukun atau ‘kyai’. Semoga Allah menjaga kita dari itu semua.<br />
Menyibukkan diri dengan amal sholih, dan amal-amal dakwah lainnya.<br />
Tegar walau masih sendirian. Terus menerus menyibukkan waktunya untuk berusaha untuk menjadi manusia terbaik…..yaitu yang bermanfaat untuk manusia lain. Tapi juga bukan yang selalu sibuk…..mbulet dengan persoalan pribadi kita..sehingga lupa persoalan umat ini.Bukannya terus menerus bermimpi sehingga malah lupa menyiapkan diri. Memang berat&#8230;tetapi kuyakin kita bisa, dengan azzam yang selalu kita perbarui lewat tarbiyah yang selalu kita jalani dengan baik. </p>
	<p>Wallau&#8217;allam bishowab&#8230;.<br />
NB : jangan ada lagi pertanyaan2 yang seperti itu ya Prends? </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onde.blogsome.com/2006/06/08/belajar-dari-mbak-mbak-ku-disini/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Akhwat Yang Menangis di Walimahan</title>
		<link>http://onde.blogsome.com/2006/06/08/akhwat-yang-menangis-di-walimahan/</link>
		<comments>http://onde.blogsome.com/2006/06/08/akhwat-yang-menangis-di-walimahan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jun 2006 03:46:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onde</dc:creator>
		
	<category>Cerita Sahabat</category>
		<guid>http://onde.blogsome.com/2006/06/08/akhwat-yang-menangis-di-walimahan/</guid>
		<description><![CDATA[	Baca judulnya aja menyedihkan ya? And this the story ……….
ohya&#8230;nama2 dibawah ini ahnya rekaan saya saja     
	Kisah ini diceritakan oleh temanku yang menjadi ketua panitia di sebuah walimahan ikhwah. Sebut saja namanya Zahra. Dia diamanahi sebagai ketua panitia akhwat pada walimahan teman sekampusnya Aziz (si mempelai ikhwan). Akad nikah &#038; walimahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Baca judulnya aja menyedihkan ya? And this the story ……….<br />
ohya&#8230;nama2 dibawah ini ahnya rekaan saya saja     </p>
	<p>Kisah ini diceritakan oleh temanku yang menjadi ketua panitia di sebuah walimahan ikhwah. Sebut saja namanya Zahra. Dia diamanahi sebagai ketua panitia akhwat pada walimahan teman sekampusnya Aziz (si mempelai ikhwan). Akad nikah &#038; walimahan itu sendiri diselenggarakan di rumah mempelai akhwat. Sampai pada hari H, semua pantia dan para anggota rumah itu sangat sibuk. Sebagai ketua pantia otomatis Zahra diharuskan mondar mandir dan menyebarkan pandangannya ke semua sudut untuk mengawasi para panitia akhwat.</p>
	<p>Dan disudut ruangan itulah duduk seorang akhwat yang sejak acara akad nikah Zahra perhatikan selalu mengusap airmata, mungkin terharu pikir Zahra. Usai akad nikah, para undangan keluar dari ruang tamu tempat acara akad dan yang lain mulai sibuk mempersiapkan acara walimatul ursy. Namun Zahra masih memperhatikan akhwat itu tetap duduk disudut ruangan dengan mata yang sembab. Zahra tidak mengenal akhwat itu, Zahra khawatir kalo2 akhwat itu sedang tidak enak badan, maka Zahra pun menghampirinya utk berbasa basi.</p>
	<p><a id="more-2"></a></p>
	<p>“assalamu’alaikum Ukhti…., anti sakit kah?”, Tanya Zahra.<br />
Akhwat itupun membalas dengan ramah, “wa’alaikumsalam….eh nggak kok, terimakasih Ukh…”<br />
Tapi Zahra masih melihat airmata itu ga berhenti keluar dari mata itu. Zahra mengajaknya berkenalan. Namun Zahra sangat terkejut karena tiba2 akhwat tsb semakin terisak. Zahra bingung, dan krn khawatir menarik perhatian yang lain, Zahra membawanya kesebuah kamar yang kosong. Sepertinya ada sesuatu nih, pikir Zahra.</p>
	<p>Dikamar itu, dia semakin terisak isak dan mengalirnya cerita tentang siapa dirinya dan kenapa dia menangis spt itu.<br />
Namanya Rista, dia adalah teman dari mempelai ikhwan sejak mereka masih SMU, dan mereka sempat pacaran 3 tahun selama SMU (itu sebelum mereka berdua hijrah menjadi ikhwan/akhwat). di awal2 kuliah (kuliah beda kota), mereka sedang berproses utk menjadi seorang muslim yang berkomitmen menjadikan diri mereka sebagai salah satu penyokong barisan dakwah.</p>
	<p>Otomatis, akhirnya keduanya melepas ikatan yang tidak suci itu. Kala itu Aziz sempat menyatakan bahwa jika nanti tiba saatnya dia memiliki kesiapan utk menggenapkan separuh dinnya, dan jika Rista belum dipinang orang lain, dia pasti akan mendatangi Rista sebagai orang yang telah siap menjadi imam dalam keluarga. dan ternyata itu memberikan harapan yang luar biasa pada Rista. Setelah itu mereka nyaris tidak ada komunikasi sama sekali. Mereka tenggelam dalam kesibukan berdakwah &#038; meng-ishlah diri.</p>
	<p>Sampai beberapa hari sebelum saat ini, beberapa bulan setelah mereka wisuda, tedengar kabar bahwa Aziz akan melangsungkan walimah. Rista sangat tersentak dengan kabar itu. Dia tidak diundang sama sekali, padahal Aziz tidak mungkin lupa alamat rumah Rista. Rista berusaha keras mencari tau dimana alamat tempat acara walimahan itu. Dan disinilah Rista hari ini. Menatap si pemberi janji yang ternyata tidak menepati janjinya. Merelakan seseorang di masa lalunya yang menghancurkan harapannya yang dia simpan selama ini. Dan menyesali dirinya yang ternyata bodoh &#038; lugu, masih percaya pada manusia yang alpa, yang tidak mustahil melupakan janjinya. Memang hanya janji Allah yang benar2 pasti.</p>
	<p>Catatan buat ikhwan/akhwat :<br />
Tidak mustahil judulnya berganti “Ikhwan yang menangis di walimahan”.<br />
Maka ketika kita telah memutuskan menjadi bagian dari dakwah dan harus melepas ikatan dengan seseorang yang pernah sangat dekat dengan kita, jangan sedikitpun meninggalkan harapan/janji yang belum tentu pasti bisa kita penuhi.<br />
Jangan jadikan seseorang itu sebagai cadangan ketika kita siap untuk menikah.<br />
kalo dapat yang lebih baik lagi, lebih sholeh/ah, maka seseorang itu dilupakan.<br />
Tapi kalo belum dapat ya seseorang yang dulu pernah ada lah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onde.blogsome.com/2006/06/08/akhwat-yang-menangis-di-walimahan/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Sahabat</title>
		<link>http://onde.blogsome.com/2006/05/29/sahabat/</link>
		<comments>http://onde.blogsome.com/2006/05/29/sahabat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 May 2006 14:36:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onde</dc:creator>
		
	<category>Sms-sms  Sahabat</category>
		<guid>http://onde.blogsome.com/2006/05/29/sahabat/</guid>
		<description><![CDATA[	Sahabat yang beriman … ibarat mentari yang menyinari
Sahabat yang setia … bagai pewangi yang mengharumkan
Sahabat sejati … menjadi pendorong impian
Sahabat berhati mulia … membawa kita menuju jalan Allah SWT
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Sahabat yang beriman … ibarat mentari yang menyinari<br />
Sahabat yang setia … bagai pewangi yang mengharumkan<br />
Sahabat sejati … menjadi pendorong impian<br />
Sahabat berhati mulia … membawa kita menuju jalan Allah SWT</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onde.blogsome.com/2006/05/29/sahabat/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Penghambaan</title>
		<link>http://onde.blogsome.com/2006/03/27/penghambaan/</link>
		<comments>http://onde.blogsome.com/2006/03/27/penghambaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Mar 2006 14:31:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onde</dc:creator>
		
	<category>Sms-sms  Sahabat</category>
		<guid>http://onde.blogsome.com/2006/03/27/penghambaan/</guid>
		<description><![CDATA[	Ketahuilah setiap orang yang menolak menghamba pada Allah
dalam bentuk ketaatan dan kecintaan pada-NYA,
Maka ia akan diuji dengan penghambaan pada sesama makhluk
Mencintai dan mengabdinya……
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Ketahuilah setiap orang yang menolak menghamba pada Allah<br />
dalam bentuk ketaatan dan kecintaan pada-NYA,<br />
Maka ia akan diuji dengan penghambaan pada sesama makhluk<br />
Mencintai dan mengabdinya……</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onde.blogsome.com/2006/03/27/penghambaan/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
